ISI SURVEI SINGKAT DI BAYAR!! http://www.indosurvei.com/exostan

Jumat, 15 Juni 2012

MENU MAKANAN BUMIL OBESITAS

MENU MAKANAN UNTUK PENDERITA OBESITAS
1.      Definisi
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas selalu berdampak buruk pada setiap orang yang mengalaminya. Begitu pun pada ibu hamil yang mengalami obesitas baik sebelum maupun saat kehamilan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan American college of obstetrics and gynecology, obesitas selama kehamilan dapat membahayakan untuk ibu dan bayi. Ibu hamil yang obesitas akan mudah terkena komplikasi termasuk diabetes selama kehamilan dan preeklampsia atau toxemia (gangguan yang muncul saat kehamilan dan biasanya saat usia kehamilan mencapai 20 minggu). Kelebihan berat badan pada ibu hamil akan mengakibatkan bayi lahir prematur, sulitnya proses melahirkan karena pertumbuhan atau berat badan bayi lebih besar daripada seharusnya, kesulitan bernafas dan kerusakan pada otak.

2.      Penyebab
Kebanyakan ibu hamil mengalami obesitas karena kelebihan makan. Mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil makan untuk dua orang menjadikan para ibu hamil makan dengan porsi berlebih. Akhirnya terjadilah penumpukan kalori dan sisa asupan energi yang berujung pada diabetes. Mitos tersebut keliru, sebenarnya kebutuhan makan ibu hamil hanya naik rata-rata 10-15 %. Saat ini kasus diabetes pada masa kehamilan (gestatitional diabetic) semakin meningkat, Penyebab utamanya adalah obesitas. Akibat peningkatan resiko tersebut, setiap ibu hamil diwajibkan melakukan screening kadar gula darah terutama saat usia kehamilan menginjak minggu ke 24 -28.

3.      Gejala obesitas
Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa gemuk. Obesitas bisa menyebabkan berbagai maslah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteortritis (terutama di daerah pinggul, lutut, dan pergelangan kaki). Kadang juga sering ditemukan kelainan kulit. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Sering juga ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbuna sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki.

4.      Resiko obesitas
Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung baerbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seprti :
a.       Diabetes tipe 2 (timbul pada masa dewasa)
b.      Tekanan darah tinggi (hipertensi)
c.       Stroke
d.      Serangan jantung (infark miokardium)
e.       Gagal jantung
f.       Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar)
g.      Batu kandung empedu dan batu kandung kemih
h.      Tidur apneu (kegagalan untuk bernafas secara normal ketika sedang tidur, sehingga menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah)
i.        Syndroma pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, under ventilasi dan ngantuk)
5.      Dampak obesitas pada ibu hamil
a.       Meningkatnya angka kematian bayi
b.      Bayi yang dilahirkan terganggu pertumbuhannya
c.       Kesuburan menurun
d.      Tekanan darah tinggi
e.       Diabetes (gestatitional diabetik)
f.       Membutuhkan operasi secar
g.      Ibu mengalami preeklampsia


6.      Menu makanan untuk penderita obesitas pada ibu hamil
Yang perlu dibatasi adalah makanan berkalori tinggi seprti nasi, dagimg berlemak, jeroan, kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis, cake, cokelat, dendeng, makanan gorengan. Sayuran berwarna hijau gelap dan jingga seperti wortel, buncis, bayam, caisim bisa dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak, begitu pula dengan buah-buahan segar. Namun, perlu diperhatikan bila penderita menderita gangguan ginjal, konsumsi sayur-sayuran hijau dan makanan berprotein tinggi harus dibatasi agar tidak terlalu membebani kerja ginjal.
Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbihidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini.
Penatalaksanaan diet obesitas :
a.       Diet rendah karbohidrat
b.      Melakukan olahraga / aktivitas
c.       Diet rendah lemak
d.      Pengaturan BB tetap ideal



Menu makanan untuk obesitas :

Makan pagi
Roti tawar
Buah apel
1 sendok teh selai kacang
1 gelas jus strawberry
Selingan
Pisang
Makan siang
Nasi putih ukuran sedang
Pepes ikan
Sayur bayam bening
pepaya
Selingan sore
Buah-buahan
1 gelas jus melon
Makan malam
1 buah kentang atau ubi rebus
Pepes tempe/tahu + jamur
Sayur buncis + wortel
1 gelas jus tomat
Selingan
1 pisang ambon




PENUTUP

1.      Kesimpulan
Dari hasil menu yang telah disusun dapat disimpulkan bahwa obesitas dapat dicegah dan dapat ditangani dengan mengatur pola makan dan waktu makan yang tepat untuk penderita obesitas.

2.      Saran
a.       Perbanyak makan serat dan kurangi makan yang berlemak dan berkarbohidrat tinggi
b.      Biasakan olahraga rutin dan menjaga pola makan
Poskan Komentar